Cara Merekrut Karyawan (Tim) Terbaik : Real Experience

Ini Rahasianya untuk Jadi Pemenang
20 February 2017
Menikah Tanpa Resah! Semoga Kamu Makin Siap
3 March 2017

Cara Merekrut Karyawan (Tim) Terbaik : Real Experience

Dalam bisnis, kita mengenal core process dan support process.

Dua-duanya rata-rata masih belum lepas dengan man power atau sumber daya manusia. Beberapa industri manufaktur, sudah mengganti man power nya dengan machine. Tapi masih banyak sekali yang masih bergantung dengan keberadaan seorang tim yang ahli baik konsep dan teknis. Industri jasa, kekuatan utamanya justru ada di man powernya. Skill tim sangat mempengaruhi revenue atau pendapatan perusahaan. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, untuk mendapatkan partner maupun karyawan (tim) terbaik sangat sulit.

Benar? Ada yang sudah merasakan?

Secara simpel, proses rekrutmen itu sangat sederhana.

  1. Buat Kriteria sesuai kebutuhan Departemen atau Divisi terkait
  2. Buat Rincian Benefit Offering
  3. Tentukan Kapan maksimal kebutuhannya
  4. Buat pengumumannya baik via online (web, fb, web career, jasa rekrutmen) atau via offline (tempel brosur, ikut jobfair). Atau bisa langsung kerjasama dengan lembaga jasa perekrutan SDM.
  5. Lalu, kita akan melakukan proses seleksi, tahapannya tergantung kebijakan perusahaan. Biasanya, ada seleksi administratif, psikotes, role play, wawancara. Atau ada yang lebih rumit lagi, ada tes keahlian untuk posisi tertentu yang butuh keahlian khusus.
  6. Tim dari perusahaan akan menentukan, kira-kira dapat diterima atau tidak, kalau oke, maka akan lanjut ke proses selanjutnya. Kalau tidak oke, maka akan kembali lagi ke nomer 4, dan begitu seterusnya.
  7. Perusahaan akan melakukan offering dan rencana penandatangan kontrak kepada calon karyawan
  8. Yeay… Mulai hari pertama kerja. Biasanya ada masa percobaan 1 minggu, 1 bulan, atau lebih, tergantung kebijakan perusahaan.

Nah, kalau saya boleh curhat, dalam rekrutmen saya pernah mengalami 3 hal ini.

  1. Pendaftar nya sedikit dan tidak ada yang cocok. (Ini bisa jadi karena Perusahaan kita dirasa kurang bonafit di mata pencari kerja, akhirnya yang daftar juga bukan orang-orang yang bonafit).
  2. Pendaftar nya buanyaakkk tapi belum ada yang cocok (baik perusahaan yang belum cocok, atau calon karyawan yang nggak cocok sama karyawan, jadi bisa dua arah). Ini biasanya, Perusahaan kita sudah dirasa bonafit, tapi belum tepat sasarannya, sehingga kita capek milih, tapi nggak nggak ada yang cocok.
  3. Pendaftar nya buanyaaakkk tapi buanyaaakk juga yang cocok. Ini biasanya, kita menyebarkan lowongan di tempat dan media yang tepat, sehingga orang yang dicari dapat cepat ditemukan.

Tiga hal tersebut saya alami sejak bulan Oktober hingga bulan Maret sekarang ini. Boleh saya ceritakan?

Target perusahaan tempat saya berkarya sekarang, ingin membuat ekspansi bisnis di 31 kota di Indonesia. Ngueri kan? Siapa yang harus paling siap? Yang pertama sistemnya, yang kedua ya sumber daya manusianya, karena perusahaan saya perusahaan jasa. Ini sudah diasumsikan bahwa marketing dan sales sudah berjalan dengan baik ya… Kalau belum, yang paling penting ya pasarnya dulu, ada apa enggak hehe…

Nah, di bulan Oktober, saya mengalami fase pertama. Yang Daftar sedikit, tapi belum ada yang cocok. Setelah saya evaluasi, ternyata karena saya hanya menyebarkan via jarkom saja, kebetulan website perusahaan saat itu masih [dot]com dan lagi-lagi sedang ada eror, jadi nggak mulus waktu di akses. Bubarlah sudah… saya sebar lowongan ke beberapa group dan jaringan saya, ternyata kurang works.

Oh iya, saya sama sekali nggak pake iklan berbayar.

Akhirnya, saya memutuskan, okelah, saya harus bentuk tim Rekrutmen dulu. Saya harus buat Divisi baru. Yaitu Divisi Human Resources Development (HRD). Saya lupakan dulu divisi yang lain, dan saya buat konsep Divisi baru yang akan lahir ini.

Di bulan November, alhamdulillah dari total 72 CV yang masuk, diterimalah 1 orang tim HRD. Di tanggal 6 Desember, alhamdulillah telah diterima 2 orang tim HRD yang lain. Merekalah Zakia, Nisa, dan Dina. Tiga orang wanita yang telah saya dan direksi pilih, menjadi yang terbaik dari total 150 lebih CV yang mendaftar di posisi HRD.

Setelah saya memiliki tim terbaik, perkembangan Rekrutmen menjadi luar biasa dahsyat. Kami tidak menggunakan Iklan berbayar jasa rekrutmen, hanya kurang lebih 1 minggu iklan berbayar via Facebook dan selebihnya kami menggunakan strategi Growth Hack. Tahukah teman-teman berapa CV yang saat ini masuk di data kami?

Coba Tebak… Hehe

Lebih dari 5000 CV masuk!

Luar biasa dahsyat! Dan CV yang masuk bukan sembarangan, ada Alumni UI, UNJ, UGM, UNS, UIN, Gunadarma, UNPAD, UNAND, UNNES, UNDIP, ITB, dan buanyak lagi… Di bulan januari lalu, kami ditawari secara gratis dapet space di beberapa web karir berbayar juga…

Masa sih mas?

Yes, saya sendiri nggak nyangka. Kini, kami yang lagi memilih kandidat-kandidat terbaiknya. Ada 3 orang Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar yang sudah menjadi bagian dari pengajar kami. Ada alumni S2 dari Malaysia yang sekarang juga menguatkan kami. Ada alumni dari UGM, UI, Gunadarma, UNS yang sudah bergabung menjadi tim Inti kami. Ada puluhan pengajar berkualitas yang siap kami terbangkan ke Cabang! Saya sendiri heran, ternyata metode Growth Hack ini sangat masif dan manjur. Mas, mereka gajinya gimana? Gajinya ya sesuai dengan standar gaji perusahaan kami, alhamdulillah cukup. Nggak kurang, dan nggak lebih banget. InsyaAllah cukup.

Saya sangat mengapresiasi kerja keras dari 3 orang tim HR saya, yang siap berjuang bahkan sampai lebih dari jam kerja. Bekerja dari Hati, bukan hanya karena materi. Bekerja dengan tulus dan selalu memberikan impact positive ke Tim yang lain.

Merekalah orang-orang terbaik yang saya sangat yakin, dalam waktu cepat, mereka akan menjadi ahli di bidangnya.

Very appriciated for all of you guys, Zakia, Nisa, dan Dina!
*Angkat Topi buat kalian semua…

Untuk teman-teman semua, saya akan share di tulisan selanjutnya, tentang strategi yang kami gunakan…
Semoga Bermanfaat!

P.S :
Fakta yang di dapat dari case di atas ternyata Job Seeker itu buanyak sekali jumlahnya…
Tinggal kitanya, bisa nggak dapetin dan milih mereka sesuai kebutuhan perusahaan…

 

3 Comments

  1. Nisa says:

    Jadi ini tulisannya kak Fit. Beneran ada ternyata hahaha

  2. Anonim says:

    Prok prok prok untuk Tim HR nan kece badai ????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *