Nostalgia, Sebuah Terapi untuk Mengobati Rindu

3 Kriteria Partner Bisnis Idaman untuk Membuat Bisnismu Melejit!
5 March 2017
5 Kebiasaan yang Ngebuat Karir Kamu Nggak Naik-Naik
7 March 2017

Nostalgia, Sebuah Terapi untuk Mengobati Rindu

Agustus, 2014

Hai,

Gimana kabar lu pada? Group whatsapp kita sepi banget nih.

Isinya lowongan kerja aja sama acara-acara kampus nggak jelas haha.

Lagi pada sibuk semua yak? Gue juga sih.

Udah nggak ada lagi ajakan buat nongkrong bareng kita, ngopi, nginep, atau begadang lah yuk nonton film sampai capek, atau tegang bareng nonton bola. Udah hampir setahun kita group ini sepi banget kayak kuburan.

Sejujurnya bro, gue lagi ngerasa kesepian banget. Kayaknya hidup lu, pada asik banget. Ganti-ganti profil, ganti-ganti tempat, ekspresi tulus bahagia.

2 tahun lulus, nggak kerasa ya, kita udah mapan semua hahaha, kecuali gue mungkin ya haha.

Sukses terus yaa semua di perantauannya masing-masing.

Jangan lupa pulang ke Jakarta. Gue masih disini, setia dengan Kopi, Senja, dan dia.

Kapan-kapan gue critain ya, gimana progress gue sama calon Istri gue. Lu semua harus gue kenalin. Pasti pada baper dah lu semua hahahaha.

Ini pas nulis beginian, kenapa gue jadi kangen ya rasanya sama lu semua. Semoga kita bisa ketemu lagi ya broo, lu semua ditugasin di Jakarta. Gue pengen denger lagi cerita tentang Ryo sama mantan-mantannya, tips tips cara selingkuh, eh. Tapi tenang, kan ada bos Masaru, yang selalu ngingetin kita ke Jalan yang lurus.

Perfect banget dah kalian, gue berasa jalan sama setan dan malaikat!

Gue kangen banget sama lu semua.
(Jujur banget ini, bukan gombal)

Reyhan.

Sent 20.30, 1 Agustus 2014 (di sebuah group: Bujangan Yowis, 3 member of 256) 

Rey menghabiskan waktu di kedai kopi favoritnya, di Ruko Grand Depok City. Mereka bertiga penggemar kopi. Kopi-lah yang menengahi Rey, Masaru, dan Ryo ketika tak sependapat. Kopi lah yang menemani malam-malam sepi mereka. Kopi lah yang menemani mereka memunculkan ide-ide gila, menulis puisi cinta, menyalin tugas teman, hingga menyusun skrip-sweet (baca : skripsi). Salah satu alasan lain, adalah karena mereka fakir Wifi (bukan Wife), dan kedai kopi lah yang menyediakannya gratis, secangkir kopi untuk bertiga cukup untuk berlama-lama hingga larut malam, dengan membawa oleh-oleh film lebih dari 10 Gb. Hehe. Maklum, download film lebih asyik dan murah daripada nonton film live di bioskop. Anak kosan jaman sekarang.

Hari ini, dua kursi di sebelah Rey masih tak berpenghuni. Sudah jam 22.00. Rey masih terbawa nostalgia tentang-tentang kenangan-kenangan bersama Masaru dan Ryo di kedai ini. Huah. Rey benar-benar rindu sahabat-sahabatnya, cecunguk-cecunguk kampus! Andai bertemu sekarang juga, pasti dia akan membuat mereka mabuk kopi, sampai teler, sampai muntah, sampai nyerah minta ampun, sampai tepar. Dia bakal iket Masaru dikursi, ngedatengin banci buat nggodain dia sampai nangis. Di videoin, terus upload ke youtube, sebarin ke seluruh kampus. Judulnya : Anak UI diperkosa Banci. Pasti langsung nge-hits. Jadi Trending topic di social media.

“Mas, kita sudah mau tutup.”

“Oh iya mbak, sebentar lagi ya.” Lamunan Rey buyar, gara-gara mbak-mbak penjaga yang udah ngebet pengen pulang.

Dahulu, Rey selalu tenang ketika bersama Masaru dan Ryo. Bukan karena alasan selalu ditraktir, tapi lebih karena Rey selalu bisa jadi dirinya sendiri. Tak dibuat-buat. Apa adanya. Bisa bebas berekspresi, marah, kesal, sedih, gembira, semuanya bisa lepas. Semuanya bisa tersalurkan. 4 tahun persahabatan, adalah sebuah harta yang paling berharga yang dia punya selama di kampus.

“Ya, kalian adalah harta yang berharga.” Gumamnya.

Rey mengetik di handphonenya. Serius.

From Rey : sent to group whatsapp.

Gue mau minta maaf, kalo gue sering khilaf, banyak hutang yang sampe sekarang belum gue bayar, ikhlasin yak bro, hehe, banyak sikap gue yang membuat kita dalam masalah, dan semua kenangan buruk kita.

Yang gue yakini, kini semua kenangan itu menjadi sebuah memori yang melekat luar biasa hebat. Yang ngebuat gue merasa sangat beruntung. Bisa memiliki sahabat-sahabat super. Yang sekarang sudah menjadi master dan mahaguru percintaan, manusia super produktif, bisnisman tajir mampus. Terima kasih atas seluruh kenangan, yang nguatin gue hingga hari ini. Sehingga gue menjadi pribadi yang kokoh, kuat, tangguh, dan pantang menyerah.

Mungkin, kalau nggak ada kalian, gue mungkin masih bergelar mahasiswa sekarang. Mahasiswa Abadi.

Penjaga toko menatap lebih serius. Doi kesel sama pengunjung satu ini yang pesen cuma secangkir tapi nongkrongnya lamanya bukan main. Berasa rumah sendiri aja. Si Mbaknya pengen ngelempar Rey pake gelas, taplak, irus, sendok, garpu, tapi untungnya aja mbaknya inget, nanti urusan jadi panjang. Akhirnya mbaknya semakin ketus.

“Mas, kita sudah mau tutup. Mas mau dikunciin?” kata pelayan agak sirik.

“Oh iya Mbak. Maaf, maaf….”

Dengan ekspresi malu tapi tetap seolah tanpa dosa, Rey keluar kedai, dan menghidupkan motor kesayangannya.

Lamunan tentang mereka, adalah lamunan yang paling Rey nikmati dan tak pernah dia buyarkan.

From Rey : sent to whatssapp group

Agak lebay sih, tapi gue rindu kalian sobat. Sudah satu tahun kita tak bersua, semoga Tuhan memberi kita lebih banyak waktu untuk berkarya bersama.

Nostalgia, Sebuah terapi untuk mengobati Rindu

Rindu, bukanlah hal yang harus kita tutupi. Namun sebuah perasaan jujur yang harus dinikmati.
Rindu, bukanlah hanya perasaan kaum perempuan yang lugu, tapi rasa yang milik semua orang.
Rindu, akan menarik pemiliknya, untuk kembali bertemu dengan tempat yang kosong yang tak berpenghuni, yaitu Hati.
Bukan semuanya, karena Hati tak punya batas kuota untuk menampung ribuan bahkan jutaan rasa rindu, akan kamu, kamu, dan kamu.
Jangan tunda untuk bertemu, atau sekedar menyapa, dan mengunjungi, karena Rindu tak ada obatnya,
Kecuali berpelukan, sambil berbincang santai, tanpa beban jabatan, kesibukan, atau keangkuhan.
Rindu itu obatnya cuma kamu dan bertemu. Nostalgia semua kenangan-kenangan kita.

#BiarJadiKenangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *