5 Kebiasaan yang Ngebuat Karir Kamu Nggak Naik-Naik

Nostalgia, Sebuah Terapi untuk Mengobati Rindu
6 March 2017
Apakah Kamu Benar-Benar Seorang Leader?
8 March 2017

5 Kebiasaan yang Ngebuat Karir Kamu Nggak Naik-Naik

Mana suaranya yang baru lulus dan lagi cari kerja?

Mana suaranya yang baru kerja dan sambil cari kerja yang lain lagi yang lebih bagus?

Mana suaranya yang udah lama kerja tapi nggak naik-naik gajinya? Karirnya stag disitu-situ aja?

Sini sini merapat. Kita ngariyung bareng…

Beberapa hari ini lagi sering-sering chat sama senior, junior, bahkan seniornya senior bahas tentang karir, dan dunia pasca kampus yang kejamnya bukan main. Fakta yang menarik adalah orang-orang yang pinter banget waktu di kampus ternyata di dunia kerja jadi orang biasa aja. Ada beberapa cewek-cewek yang cerdas banget jaman dulu di kampus lalu dilamar aktivis kampus dan akhirnya jadi ibu rumah tangga. Cowok yang pinter-pinter sekarang udah pada masuk PNS atau kerja di Perusahaan Milik Negara. Yang dulunya pas di kampus duableg, sukanya nongkrong, eh sekarang malah karirnya melesat luar biasa.

Ternyata, mereka-mereka langsung taubatan nasuha sewaktu lulus dapet gelar sarjana. Mereka sadar, insyaf, di waktu dan saat yang tepat. Saking takutnya susah cari kerja hahaha, akhirnya belajar mati-matian ngejar ketertinggalan masa kuliah. Hasilnya apa? Ternyata sekarang karirnya lebih bagus, gajinya oke, posisinya juga oke. Pengen tahu rahasianya?

Ternyata simpel banget. Mereka ini, termasuk orang-orang yang beruntung karena menghindari hal-hal berikut yang paling nggak disukai sama Perusahaan.

  1. Suka Nuntut Tapi Nggak Perform

Ini ada banget, karyawan yang kerjanya nuntut, protes, minta ini itu, tapi pas di cek Key Performance Index-nya nggak bagus. Yah…sayang banget. Gaji nggak naik protes, Gaji naik protes, Bonus belum cair protes, Bonus cair eh diem aja. Haha. Hati-hati guys, tipe ini buanyak banget di dunia kerja. Semoga kita terlindung dan tidak termasuk pada tipe ini ya, yang mintanya banyak tapi ngasihnya dikit. Pengen naik gaji, tapi kerjanya males-malesan aja, standar-standar aja.

  1. Indisiplin

Bos kamu pasti nggak akan suka sama kamu, kalau kamu suka telat masuk. Waktu istirahat yang cuma satu jam molor jadi dua jam karena keasyikan ngobrol di kantin sama teman kantor sebelah, atau gebetan kamu. Waktu adalah uang, janji adalah hutang. Waktu tandatangan kerja di awal, secara langsung kamu udah bersedia untuk memenuhi segala peraturan perusahaan, so, ikutin aja ya dengan disiplin. Jangan suka ilang-ilangan. Sebagus apapun kinerja kamu, kalau kamu nggak pernah nongol di kantor sama aja bohong. Kalau mau kerja seenak kamu ya wirausaha aja, jangan kerja sama orang, hehe.

  1. Suka cari alasan

Bos kamu akan sebel banget kalau kamu suka ngeles, cari-cari alasan. Ingatlah kalau alasan itu cuma penting buat kamu, tapi belum tentu penting buat orang yang ngedengerin kamu. So, kalau ngelakuin kesalahan akuin aja secara gentle, bos kamu nggak akan ngebunuh kamu kok hehe, malah dia akan respect sama sikap tanggung jawab kamu. Jangan banyak alasan, apalagi kalau alasan yang sama diulang-ulang. Ayolah, kalau kamu posisi marketing & sales, dan target income perusahaan nggak achieve ya harus diakui bahwa performa kamu nggak maksimal, jangan kabur gitu aja ngerasa nggak ada salah. Ayolah, kalau kamu posisi di bagian Produksi, lalu barang banyak yang reject, akui kalau ada nggak beres di bagian kamu, dan segera lakuin Continous Improvement. Bos kamu lebih suka orang yang solutif daripada orang yang suka cari-cari alasan buat ngelindungin dirinya sendiri. So, jangan begitu yaaaa…

  1. Menunda-nunda pekerjaan

Kalau kamu tipe orang yang ini, maka berhati-hatilah, biasanya kamu akan keteteran di detik-detik akhir, karena tugas pasti nambah terus dari waktu ke waktu. Jadi, manfaatin waktu dengan baik. Maksimalin waktu 8 jam kamu di kantor, jadi nggak usah sampai harus bawa kerjaan pulang ke rumah. Kan bete, udah dirumah tapi masih kerja depan laptop, hehe. Kalau kamu menyelesaikan kerjaan kamu secepat mungkin, maka kamu akan punya waktu yang cukup untuk menghadapi hal-hal yang mendesak, misalnya ada bagian dari pekerjaan kamu yang harus direvisi lagi.

Ibaratnya, penerjun payung profesionalpun nggak akan berani terjun kalau nggak punya parasut cadangan.

Bos kamu pasti bakalan jatuh hati kalau kamu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat daripada waktunya.

  1. Bekerja tanpa prioritas.

Nah, ini sering kejadian. Biasanya kamu pasti milih ngerjain kerjaan yang paling gampang atau yang paling kamu sukai, padahal itu belum tentu mendesak dan berdampak besar. Jadi, coba prioritasin pekerjaan kamu, dari yang paling penting sampai yang nggak penting. Di list satu persatu supaya nggak ada yang kelewatan. Cara ngelistnya bisa berdasar pekerjaan yang berdampak besar buat perusahaan kamu ataupun karir kamu dan pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan yang besar. Dahuluin dulu yang kayak gitu, supaya setelah selesai kamu bisa lebih santai.

So, semoga saya dan para pembaca sekalian terhindar dari 5 hal-hal tersebut yaaa…

Semoga saya, kamu, dan kita terus menjadi pribadi yang lebih baik, bagi keluarga, nusa dan bangsa… Ceilehhhh…..

Semoga bermanfaat

#Peace

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *