Apakah Kamu Benar-Benar Seorang Leader?

5 Kebiasaan yang Ngebuat Karir Kamu Nggak Naik-Naik
7 March 2017
What do most parents want for their Children?
14 March 2017

Apakah Kamu Benar-Benar Seorang Leader?

Apakah kamu benar-benar seorang Leader?

Ini pertanyaan klasik, tapi pantas untuk ditanyakan ke diri sendiri khususnya yang merasa dirinya adalah seorang leader.Leader ini bukan sebatas jabatan struktural aja, tapi juga mengarah ke kultural. Bicara tentang Leader bicara tentang Pengaruh.

Kepemimpinan adalah bagaimana seseorang dapat menggerakan suatu kelompok ataupun individu untuk mencapai suatu tujuan. Seorang Leader harus jago mempengaruhi.

Kalau kamu punya jabatan tapi anak buah awut-awutan, nggak respect, susah diatur, atau target nggak tercapai, lebih banyak masalahnya dibanding pencapaiannya, maka tanda-tanda, ada masalah kronis tentang leadership yang harus diselesaikan. Mari kita ulas secara mendalam.

Berdasarkan beberapa ahli, Leadership didefinisikan sebagai berikut :

  1. Leadership sebagai suatu awal dari tindakan yang mengakibatkan pola yang konsisten dari interaksi kelompok yang diarahkan mencapai pemecahan masalah bersama. (Hemphill (1954) dalam Sashkin & Sashkin (2011)).
  2. Leadership merupakan kegiatan yang diorganisir dalam kelompok dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. (William G. Scott (1962) dalam Sashkin & Sashkin (2011))
  3. Leadership adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. (Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard).
  4. Leadership adalah proses mempengaruhi kelompok untuk menetapkan tujuan, namun beberapa waktu kemudian, Fred menyebutkan bahwa kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai hubungan antar pribadi dimana kekuasaan dan pengaruh tidak dibagi sama rata sehingga seseorang mampu mengarahkan dan mengontrol dirinya. (Fred E. Fendler (1967) dalam Sashkin & Sashkin (2011))
  5. Drs. Sutarto (1991) dalam bukunya yang berjudul “Dasar-Dasar Kepemimpinan Organisasi”, menjelaskan terdapat dua  hal yang dominan, yaitu adanya sifat mempengaruhi dan saling pengaruh. Perbedaan antara kedua hal tersebut adalah mempengaruhi mengandung kesan searah sementara saling pengaruh adalah adanya hubungan timbal balik.

Sudah cukup pusing? atau tercerahkan? Semoga yang kedua ya, hehe.

Oke, kalau kita simpulkan, Leadership adalah kemampuan mempengaruhi tim untuk dapat mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Sederhana bukan? kata kuncinya adalah bagaimana tim terpengaruh, dan target tercapai. So, jika kamu seorang leader, pastikan kamu punya target yang mau dicapai bersama (bahasa ilmiahnya Visi), dan kamu punya tim yang siap fight mencapai semua target itu.

Selama saya keluar masuk perusahaan, bertemu bermacam-macam orang, banyak karakter manajer yang ada pada leader. Maksudnya gimana mas? Gini, ternyata banyak yang sebenarnya manajer, tapi titel nya adalah leader (Direksi, Vice Direksi, atau jabatan struktural lainnya). Secara struktur sangat terhomat, tapi secara kultural ditakuti dan dihindari.

Ada disini yang takut ngobrol sama Bosnya? Nah, itu tanda-tanda awal.
Ada disini yang nggak berani menyanggah titah Bosnya dengan data yang lebih real? Nah, itu tanda-tanda kedua.
Ada disini yang nggak pernah keluar jalan sama Bosnya, sekedar makan siang, makan malam, atau bercanda bareng sama Bosnya? Nah, ini tanda kronis.

Maksudnya gimana mas? Gini, hubungan dalam kerja itu bukan cuma struktural, tapi juga kultural. Seorang leader sejati, akan masuk di sektor kultural. Nggak peduli dia punya jabatan kultural atau enggak, tapi dia punya pengaruh. Dia adalah Key Person di kelompoknya.

Leadership berbeda dengan Manajemen, seorang leader tidak hanya melibatkan pendefinisian pekerjaan tetapi juga penjelasan mengapa pekerjaan itu harus diselesaikan. Memimpin berarti bukan hanya mengawasi aktivitas tim, tapi juga memastikan bahwa mereka memperoleh apa yang mereka butuhkan, keterampilan, dan juga sumber daya, untuk melaksanakan pekerjaan itu. Leader itu disegani bukan ditakuti. Beda yah…hehe.

Ada yang punya jabatan Leader tapi dia melakukan tugas-tugas seorang Manajer, simak bagan di bawah ini.

Leadership – Broadbent, 2012

Kamu lebih banyak di kolom yang mana? Kiri atau Kanan?. Yuk kita improve bareng-bareng, supaya bisa jadi seorang Leader sejati.

Gimana kira-kira caranya kita bisa menjadi seorang Leader?

Nggak ada yang instan. Semua butuh proses. Siapapun Leader keren yang kamu lihat sekarang, itu nggak instan. Mereka semua berproses. Dari kurang lebih 10 tahun lalu hingga sekarang, saya masih terus berproses menapaki tiap usia dan tiap anak tangga, untuk menjadi seorang leader yang impactful.

Satu-satunya cara untuk menjadi seorang Leader adalah Belajar Pada Ahlinya, yaitu Leader favorit kita.

Caranya? Kunjungi dan Temui. Ngobrol sama Leader favoritmu dan ajukan diri sebagai mentee nya. Miliki Mentor yang Benar-Benar Ahli. Kalau Leader yang kita anut sudah meninggal atau tidak bisa ditemui bagaimana mas?

Banyak caranya, temui orang-orang terdekatnya, baca buku-buku tentang dia, baca karya-karyanya, maka kamu akan dimudahkan.

Setelah kamu punya Mentor, saatnya kamu punya tim, untuk membuktikan kualitasmu sebagai seorang leader.

Setelah tahu materinya, cara terbaik untuk memperdalamnya adalah Praktik langsung, latihan, hingga 10.000 jam, sehingga kita benar-benar Ahli.

Leadership adalah Keahlian. Yang bisa dipelajari oleh siapapun.

Reference :

  • Ritter, B. A., & Lord, R. G. (2007). The impact of previous leaders on the evaluation of new leaders: An alternative to prototype matching. Journal of Applied Psychology, 92, 1683–1695.
  • Rukmani, K.,Ramesh,M., &Jayakrishnan, J. 2010. Effect of Leadership Styles on Organizational Effectiveness. European Journal of Social Sciences, vol. 15, Number 3. http://www.eurojournals.com/ejss_15_3_07.pdf
  • Sashkin, M & Sashkin, M.G. (2011). Prinsip-Prinsip Kepemimpinan. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *