What do most parents want for their Children?

Apakah Kamu Benar-Benar Seorang Leader?
8 March 2017
Audit Sistem Manajemen berdasarkan ISO 19011:2011
28 March 2017

What do most parents want for their Children?

What do most parents want for their Children?
Strong Wings and Deep Roots.

Sebagai orang tua yang normal, pasti cinta pada anaknya dan pada saat yang sama ingin yang terbaik untuk si Anak. Begitu juga dengan Semua Anak! Semua Anak Normal pasti sayang dan cinta pada orang tuanya dan pada saat yang sama punya kebutuhan untuk didengar, dihormati dan disayang, begitu kata Rene.

Hari Sabtu kemarin, saya baru sadar bahwa seberapa besar kedua orang tua sayang dan cinta kepada anaknya yang nakal ini. Semalam bersama, bapak bercerita tentang semua pengorbanan dan hal-hal yang dilakukan dari saya kecil sampai saya dewasa seperti sekarang. Komunikasi antara orang tua dan anak, inilah yang rata-rata jadi masalah. Saya termasuk korbannya. Bapak adalah pasukan berani mati milik negara, maka tugas negara adalah yang utama, akibatnya quality time saya bersama bapak tidak sebanyak anak-anak lain. Kadang saya bertemu bapak 1 minggu sekali, karena harus dinas di luar kota, kadang 1 bulan sekali, pernah dulu 1 tahun sekali karena bapak harus tugas di luar negeri. So, dialog cinta-cintaan dan sayang-sayangan sama bapak pun jarang sekali terjadi. Kami berkomunikasi secara profesional, lugas dan tegas. Nggak ada manja-manjaan, nggak ada kata rewel. Menjadi mandiri adalah keharusan bahkan saat usia masih dibawah lima tahun. Ada yang merasakan nasib yang sama dengan saya? saya rasa banyak, dan mungkin lebih banyak yang lebih ekstrim lagi dari saya.

“Muhyi, Sabtu besok bisa ke Matraman? Bantu Papah untuk angkat lemari ya”

“Siap Pah, Muhyi agendakan yaa pah. Emang mau buat apa pah lemarinya?

“Buat cucu Papah nanti!”

Sabtu malam, saya bersama Istri meluncur ke Matraman, menjemput Bapak di Mess Angkatan Darat. Lemari diangkut, dan kami pun berbincang-bincang di mobil, perjalanan panjang ke Bekasi, sangat mendukung suasana kami untuk ngobrol panjang lebar.

“Pah, doain Muhyi yaa pah, lagi lumayan stress bagi-bagi waktu ngurus bisnis dan thesis.”

“Loh, jangan bilang gitu dong, jangan minta doain… karena Doa orang tua itu pasti, walaupun kamu nggak minta dek”

“Iyaa pah, hehe, supaya doanya spesifik aja.”

“Orang Tua itu pasti pengen yang terbaik untuk anaknya, yang penting kamu bilang ya, siapa tahu Papah bisa bantu.”

“Anak Lanang papah kan udah dewasa, udah punya Istri juga sekarang, insyaAllah yang paling butuh bantuan doa aja. hehe”

“Nah ini, yang biasanya bikin orang tua sedih. Walau kamu sudah mapan, sudah punya istri, kalau ada apa-apa selalu cerita dan terbuka ya sama Papah. Jangan di simpen sendiri. Kamu cerita ke Papah, bukan berarti kamu lemah, bukan berarti kamu cengeng, tapi nunjukin kalau kamu sayang sama Papah. Papah mungkin sudah pernah ngalamin masalah-masalah yang sama kayak yang kamu alamin sekarang, jadi bisa belajar banyak dari Kisah Papah.

Terkadang, kita sering sekali merasa malu, merasa takut dikira lemah, dikira cengeng, dikira manja, padahal memang orang tua memang ingin tahu kondisi kita yang sebenarnya. Saya pun baru tahu, ternyata orang tua itu selalu nunggu-nunggu cerita dari kita. Beda orang tua mungkin beda cara penyampaiannya, tapi semuanya pasti ingin tahu kondisi anaknya sekarang, jadi jangan lupa untuk ngobrol, cerita, atau minimal telepon orang tua.

Anak itu Pohonnya, Orang Tua itu Akarnya. Nggak keliatan, tapi terus mencari air supaya Pohon bisa terus tumbuh dan hidup, terus menujam ke bawah, mengunci dengan kuat, agar Pohon bisa berdiri Kokoh. Mencari sumber nutrisi terbaik agar Pohon memiliki buah yang terbaik.

Yang Orang lihat adalah Pohonnya! Jarang yang lihat akarnya! Tapi Pohon, tidak bisa tumbuh besar tanpa Akar yang kuat!

Begitu kata Bapak. Di balik orang yang luar biasa, pasti ada orang tua yang luar biasa pula. Orang yang luar biasa, maka akan melahirkan anak yang luar biasa pula. Bapak mungkin jarang memberi kata-kata sayang-sayangan, tapi sikapnya menunjukkan rasa sayang yang luar biasa. Begitu juga dengan Ibu, mungkin nggak tiap hari bilang cinta, atau nggak pernah bilang cinta, tapi kelembutan dan perhatiannya menunjukkan rasa cinta yang luar biasa.

Saya? kapan ya terakhir menunjukkan rasa cinta dan sayang saya kepada Bapak dan Ibu?

Cinta yang tulus, akan memancar, dan akan menimbulkan sebuah resonansi yang menggetarkan.

Buat saya, kamu, dan kita semua yang saat ini masih takut-takut untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta kepada orang tua, yuk kita tunjukkan. Karena Cinta dan Sayang mereka begitu besar, hingga tak bisa diukur besarnya.

 

Kapan kita terakhir makan bareng dan cerita bareng bapak dan ibu?

Walau bapak ibu tak pernah meminta, mereka tetap setia menunggu. Yuk luangkan untuk quality time bersama mereka.

Di perjalan Matraman – Bekasi. Bapak cerita tentang Rejeki. Saya berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, tidak kaya tidak juga miskin. Cukup. Bapak menasehati,

“Semua orang tua ingin anaknya dapet pendidikan terbaik kan?” Tanya bapak
“Iya pah.”
“Coba kamu hitung, berapa biaya yang papah sudah keluarin buat kamu?”
“Wah banyak banget pah, hehe.”
“Coba kamu hitung gaji papah, kira-kira cukup nggak?”
“Enggak pah. Kan ada kakak juga.”
“Tapi akhirnya cukup kan?”
“Iya pah.”
“Itu namanya Rejeki anak Sholeh dan Sholehah.”
“Maksudnya?”
“Iya, Allah itu mencukupkan Rejeki HambaNya, dengan berbagai cara yang nggak disangka-sangka. Coba kamu inget-inget, berapa kali kamu dapet beasiswa?”
“Wah banyak pah.”
“Nah ya itu, Allah kasih rejeki kamu lewat beasiswa itu, karena tahu kalau pakai gaji papah aja mungkin nggak cukup.”
“Papah nggak pernah meragukan rejeki Allah, pasti Allah kasih yang terbaik, di waktu yang tepat, di saat yang tepat. Kita cuma harus meminta, terus meminta, dengan amal sholeh dan doa!

Bapak menambahkan,

“Kalau kamu terlahir dikeluarga Miskin, itu bukan salah kamu. Tapi kalau kamu meninggal dengan kondisi Miskin, itu baru salah kamu! Karena berarti kamu nggak berusaha dan bekerja keras!

Terimakasih Bapak! Terimakasih Ibu!
Karena selama ini telah menjadi sosok yang saya butuhkan, sosok yang tepat untuk saya. Mohon maaf kalau selama ini, belum banyak cinta yang saya pancarkan, cinta yang saya tunjukkan. Muhyi sayang banget sama Bapak dan Ibu!

Hari ini ingin meluapkan syukur yang begitu dalam, karena sangat merasa dicintai dan disayangi.

#BiarJadiKenangan #CatatanSingkat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *